10 Pemimpin Negara Terlama di Dunia

Mungkin kita masih ingat kejadian Revolusi Mesir tahun 2011 yang menuntut Presiden Hosni Mubarak turun dari tahta kepresidenannya yang sudah 30 tahun berkuasa di Mesir. Juga perang saudara di Libya yang menuntut Kolonel Qaddafi sebagai pemimpin Libya untuk turun dari kekuasaanya. Lalu apa pemicu terjadinya pemberontakan rakyat yang menuntut pemimpinnya turun dari kekuasaannya?

Salah satu pemicu rakyat menuntun pemimpinnya turun atau mundur dari kekuasaannya adalah terlalu lama pemimpin mereka (presiden atau raja) berkuasa. Mereka menuntut “demokrasi yang sebenarnya”. Namun, masih ada pemimpin negara yang berkuasa lebih dari 30 tahun bahkan 50 tahun. Seperti pemimpin Kerajaan Thailand yang telah berkuasa selama 67 tahun.

Berikut ini adalah daftar 10 Pemimpin Negara Terlama di Dunia.

1. Bhumibol Adulyadej

Wilayah Kekuasaan : Kerajaan Thailand

Masa Berkuasa : 67 Tahun

Periode Kekuasaan : 9 Juni 1946 hingga sekarang

bhumibol adulyadej

Bhumibol Adulyadej atau dikenal dengan nama Raja Rama IX, lahir di Massachussetts, Amerika Serikat, pada tanggal 5 Desember 1927. Hingga saat ini , ia masih memegang rekor dunia sebagai pemimpin negara terlama di dunia, yaitu 66 tahun. Masa kepemimpinannya dimulai sejak tanggal 9 Juni 1946 ketika usianya baru 19 tahun. Beliau menggantikan kakaknya, Ananda Mahidol (Raja Rama VIII) yang tewas tertembak secara misterius. Sebenarnya, Raja Bhumibol tidak begitu suka dengan dunia politik, ia lebih suka menulis buku, menerjemah, atau dunia fotografi.  Namun, jika ada kebijakan politik yang berkaitan dengan rakyatnya, maka ia tidak bisa tinggal diam. Oleh karena itu, meski masa kepemimpinannya sangat lama, tetapi rakyat tidak memintanya untuk mengundurkan diri. Bahkan, rakyat menginginkannya menjadi pemimpin mereka seumur hidup.

Ini adalah fakta. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya karena kepedulian dan sentuhan-sentuhan pribadi yang dipersembahkan kepada rakyatnya. Ia rela mengambil risiko yang bertentangan bahkan memecat perdana menteri, seperti yang terjadi pada Perdana Menteri Thanom Kittikachorn, dan mengadakan pemilihan lagi untuk memilih perdana menteri yang baru. Satu hal yang menarik dari Raja Bhumibol adalah kesediaannya dikritik oleh rakyatnya. Ini terbuti dalam pidato ulang tahunnya yang ke-78. Ia berkata, “Saya juga mesti dikritik. Saya tidak takut jika kritikan tersebut terkait dengan  kesalahan yang saya lakukan. Karena, dengan begitu, saya menjadi sadar telah melakukan kesalahan. Jika raja dikatakan tidak bisa dikritik, itu artinya raja bukan manusia. Anggapan bahwa raja tidak mungkin berbuat salah adalah penghinaan karena itu artinya raja bukan manusia. Saya bisa berbuat salah dan saya tidak takut dikritik langsung,” kata sang raja.

2. Ratu Elisabeth II

Wilayah Kekuasaan : Kerajaan Inggris (Britania Raya)

Masa Berkuasa : 61 tahun

Periode Kepemimpinan : 6 Februari 1952 sampai sekarang

ratu elizabeth ii

Ratu Elizabeth II, lahir di Mayfir, London pada tanggal 21 April 1926. Hingga saat ini, usianya telah memasuki angka 86 tahun. Ia adalah Ratu Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, serta menjadi kepala persemakmuran (Commonwealth) semenjak tahun 1952. Sejak pertama kali memerintah, yakni sejak tanggal 6 Februari 1952, Ratu Elizabeth II telah melalui tiga masa yang sangat penting dalam Kerajaan Inggris, yakni era Perang Dingin, era Perdana Menteri Margareth Thatcher yang legendaris, dan era kematian Putri Diana beberapa tahun lalu.

Sebagaimana Raja Bhumibol, Ratu Elizabeth juga dicintai rakyatnya karena keberpihakannya kepada rakyat. Ia juga tidak segan untuk menemui rakyatnya jika hal itu mengharuskannya. Kebijakan-kebijakan yang diambilnya juga kebijakan yang pro rakyat. Jika ada kebijakan dari pihak militer yang merugikan rakyat, maka Ratu Elizabeth lah orang yang paling keras mengkritik kebijakan tersebut. Karena itu, tidak heran jika ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Hingga saat ini, Ratu Elizabeth telah berkuasa selama 60 tahun. Ia menjadi pemimpin negara terlama kedua setelah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand.

3. Sultan Hassanal Bolkiah

Wilayah Kekuasaan : Brunei Darussalam

Masa Berkuasa : 46 tahun

Periode Kepemimpinan : 4 Oktober 1967 sampai sekarang

sultan hassanal bolkiah

Nama gelarnya adalah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah ah-Mu’izzaddin Waddaulah Ibni Almarhum Sultan Omar Ali Saifuddin. Ia lahir pada tanggal 15 Juli 1946. Ia adalah Sultan Brunei Darussalam yang ke-29 setelah menerima tampuk kepemimpinan dari ayahandanya, Sultan Omar Ali Saifuddin Sa’adul Khairi Waddien. Ia juga merupakan sultan pertama Brunei yang berdaulat penuh setelah sebelumnya Brunei merupakan protektorat Britania Raya.

Berbeda dengan kedua pemimpin sebelumnya yang menjadi raja dengan pemerintahan dipegang oleh perdana menteri, Sultan Hassanal Bolkiah bukan hanya raja, tetapi juga kepala negara dengan otoritas penuh. Sekalipun ada senat di negara kaya ini, namun kekuasaan politik tetap berada di tangannya.

Sekalipun wilayah negaranya sangat kecil, tetapi di tangannya, Brunei Darussalam menjelma menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Ia juga sangat dicintai rakyatnya, meskipun tentunya ada juga rakyat yang mungkin saja membencinya. Sebagai tambahan, Sultan Hassanal Bolkiah pernah memperoleh gelar bergengsi doctor honoris causa dari Universitas Oxford.

4. Muammar Qaddafi

Wilayah Kekuasaan : Libya

Masa Berkuasa : 42 tahun

Periode Kepemimpinan : 1 September 1969 – 20 Oktober 2011

muammar qaddafi

Pemimpin negara terlama berikutnya adalah Kolonel Qaddafi. Ia lahir pada tanggal 7 Juni 1942. Ia menjadi orang nomor satu di Libya sejak lebih dari 40 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 September 1969. Ia menjadi pemimpin tak resmi Libya setelah berhasil menggulingkan pemimpin sebelumnya, yakni Raja Idris I. Setelah berhasil melakukan suksesi berdarah kepada Raja Idris I, Kolonel Qaddafi langsung menerapkan kebijakan berani yakni Politik Anti-Barat. Karenanya, setiap ada tindakan teroris, namanya kerap disangkutpautkan oleh pemimpin Barat. Namun dalam dekade terakhir, sikapnya cenderung melunak. Hal ini terbukti dengan pengakuannnya untuk ikut bertanggung jawab pada kasus pengeboman Lockerbie.

Tahun lalu, kepemimpinan Qaddafi digoyang oleh sebagian rakyatnya yang antipati kepadanya. Ribuan rakyat turun ke jalan dan mendesaknya mundur. Kolonel Qaddafi tidak mau melepaskan jabatannya. Dan, berbagai pemberontakan terjadi seperti di ibukota Tripoli, kota Benghazi, dan sebagainya. Setelah sekian lama, akhirnya rakyat geram. Pada tanggal 20 Oktober 2011, tentara oposisi menyerbu kota Tripoli dan membunuh Kolonel Qaddafi. Dan setelah pembunuhan itu, berakhir sudah kekuasaan Qaddafi.

5. Ratu Margrethe II

Wilayah Kekuasaan : Denmark

Masa Berkuasa : 41 tahun

Periode Kepemimpinan : 14 Januari 1972 hingga sekarang

ratu margrethe ii

Ratu Margrethe atau Margrethe Alexandrine Þórhildur Ingrid lahir pada tanggal 16 April 1940. Ia menjadi ratu dan kepala negara Denmark sejak tanggal 14 Januari 1972, ketika usianya genap 32 tahun. Hingga saat ini, ia telah berkuasa selama kurang lebih 40 tahun. Ratu yang satu ini juga sangat dicintai oleh rakyatnya. Apa yang dilakukannya selalu berorientasi kepada rakyat. Ia meyakini bahwa cinta rakyat merupakan kekuatan tersendiri bagi diri dan negara yang dipimpinnya. Baginya, kekuasaan adalah untuk memakmurkan rakyat, bukan untuk menindasnya. Hal yang menarik dari Ratu Margrethe II adalah motto pribadinya yang berbunyi “Pertolongan Tuhan dan cinta rakyat adalah kekuatan Denmark”. Ratu Margrethe II juga dikenal sebagai pelukis dan perancang busananya sendiri.

6. Raja Carl XVI Gustav

Wilayah Kekuasaan : Swedia

Masa Berkuasa : 40 tahun

Periode kepemimpinan : 15 September 1973 hingga sekarang

raja carl xvi gustav

Carl Gustav Folke Hubertus atau lebih dikenal Carl XVI Gustav, lahir di Solna, 30 April 1946. Ia adalah putra bungsu dari lima bersaudara putra pasangan Pangeran Gustav Adolf dan Putri Sibylla. Sepeninggalnya sang kakek, Raja Gustav VI Adolf, ia langsung ditunjuk menjadi raja. Sebab ayahnya (Pangeran Gustav Adolf) meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang pada tahun 1947. Meski telah menjadi raja, namun perannya hanya sebatas kegiatan seremobial tanpa kekuasaan politik berarti sesuai konstitusi di Swedia. Dia juga dikenal sebagai pemimpin yang kerap mengumumkan penghargaan Nobel di setiap tahunnya.

7. Raja Juan Carlos

Wilayah Kekuasaan : Spanyol

Masa Berkuasa : 38 tahun

Periode Kepemimpinan : 22 November 1975 hingga sekarang

raja juan carlos

Raja Juan Carlos pertama kali dibaptis dengan nama Juan Carlos Alfonso Víctor María de Borbón y Borbón-Dos Sicilias. Ia lahir pada tanggal 5 Januari 1938 di Roma, Italia. Ia menjadi Raja Spanyol setelah dipilih langsung oleh Jenderal Francisco Franco, Raja Spanyol yang legendaris untuk menggantikan dirinya. Hukum suksesi yang ditetapkan oleh Raja Franco membuatnya tidak boleh menerima apa yang telah ditetapkan oleh pendahulunya tersebut. Ia menjadi raja ketika usianya genap 37 tahun pada tanggal 22 November 1975, tepat dua hari setelah wafatnya Jenderal Francisco Franco. Beliau berhasil mengantarkan transisi pemerintahan Spanyol dari sistem kediktatoran menuju sistem demokrasi monarki konstitusional pada tahun 1978 dengan mengadakan referendum dan merubah Konstitusi Spanyol.

8. Ali Abdullah Saleh

Wilayah Kekuasaan : Yaman

Masa Berkuasa : 34 tahun

Periode Kepemimpinan : 18 Juli 1978 – 25 Februari 2012

ali abdullah saleh

Presiden Yaman ini lahir pada tanggal 21 Maret 1942. Ia juga merupakan pemimpin negara yang dituntut oleh rakyatnya untuk mundur dan turun dari tahtanya. Namun, demonstrasi tersebut tidak mampu menggulingkan kekuasaannya. Periode kepemimpinan beliau dibagi menjadi dua periode, yaitu periode kepemimpinan Yaman Utara dan periode kepemimpinan Yaman. Beliau menjadi Presiden Yaman Utara sejak 18 Juli 1978 sampai 22 Mei 1990 (selama 12 tahun). Lalu, beliau menjadi Presiden Yaman sejak 22 Mei 1990 sampai 25 Februari 2012 (selama 22 tahun). Jadi, jika ditotal-total, beliau memimpin selama 34 tahun. Beliau merupakan presiden ke-6 Republik Arab Yaman (Yaman Utara) dan presiden pertama Republik Yaman Baru (Yaman) pada tahun 1990.

Sembilan tahun berikutnya, tahun 1999 diadakan pemilihan umum presiden Yaman (pilpres Yaman) dan dimenangkan oleh beliau dengan mendapat suara terbanyak sebesar 96,2%. Tujuh tahun berikutnya, tanggal 20 September 2006 diadakan kembali pilpres Yaman dan beliau dicalonkan kembali oleh Kongres Rakyat Umum dan memenangkan pilpres dengan meraih suara sebesar 77,2% dan mengalahkan kandidat partai oposisi yaitu Faisal bin Shamlan yang meraih suara sebesar 21,8%. Lalu, enam tahun berikutnya, tahun 2012, diadakan kembali pilpres dan beliau kalah dari kandidatnya yaitu Abed Rabbo Mansour Hadi yang merupakan wakil presiden Yaman saat itu.

9. Teodoro Obiang Nguema Mbasogo

Wilayah Kekuasaan : Guinea Khatulistiwa

Masa Berkuasa : 34 tahun

Periode Kepemimpinan : 3 Agustus 1979 – sekarang

teodoro obiang nguema mbasogo

Teodoro Obiang Nguema Mbasogo lahir di Acoacán, Guinea Spanyol (sekarang Guinea Khatulistiwa), tanggal 5 Juli 1942. Pria berusia 71 tahun ini telah berkuasa di Guinea Khatulistiwa selama kurang lebih 34 tahun. Beliau mewarisi kekuasaannya dari ayahnya yang merupakan presiden pertama Guinea Khatulistiwa, yaitu Francisco Macías Nguema. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang diktator. Beliau membuat gelar sendiri pada dirinya yaitu El Jefe atau “the boss”. Beliau mempunyai istri yaitu Constancia Mangue dan seorang anak yang diberi nama Teodoro Nguema Obiang Mangue. Beliau telah mempersiapkan agar anaknya akan menggantikan dia.

10. Soeharto

Wilayah Kekuasaan : Indonesia

Masa Berkuasa : 32 tahun

Periode Kepemimpinan : 27 Maret 1968 hingga 21 Mei 1998

soeharto

Ia adalah presiden kedua Republik Indonesia, setelah presiden Soekarno. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 6 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008 dan dimakamkan di Astara Giri Bangun, Solo. Sebelum menjadi presiden, ia adalah seorang jenderal dalam struktur militer di Indonesia, pangkat terakhirnya adalah mayor jenderal. Ia menjadi presiden setelah adanya peristiwa PKI yang kontroversial itu. Ia mengambil alih kekuasaan dari pendahulunya, Soekarno dengan menggunakan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang juga tak kalah kontroversinya.

Soeharto yang terkenal dengan sebutan The Smiling General (Jenderal yang selalu tersenyum) di luar negeri ini, memegang tampuk kekuasaan selama 32 tahun. Perjalanan kekuasaannya banyak menyimpan misteri dan pelaksanaan pemerintahan yang dijalankan dengan otoriter. Pada tanggal 21 Mei 1998, terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntutnya untuk mundur dan turun dari kekuasaannya. Maka, pada hari itu juga, Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya di Istana Merdeka dan menyerahkan tampuk kekuasaan kepada B.J. Habibie yang pada saat itu menjadi wakilnya. Hingga beliau meninggal, beliau dituduh telah melakukan korupsi dan masuk ke kantong keluarganya sebagai warisannya.

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s